Artikel
Penulis:
Safril, S.Si.
Pengendalian Hama Terpadu di Lapangan

PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT)
“Bertani Sehat, Panen Meningkat, Lingkungan Selamat”
Bapak/Ibu petani sekalian,
Dalam usaha tani, salah satu masalah terbesar yang sering kita hadapi adalah serangan hama dan penyakit tanaman. Kadang tanaman baru tumbuh bagus, tiba-tiba diserang ulat, wereng, kutu, tikus, atau penyakit daun. Akibatnya hasil panen menurun bahkan bisa gagal panen.
Selama ini banyak petani mengatasi hama dengan cara menyemprot pestisida terus-menerus. Memang kadang hama mati cepat, tetapi kalau terlalu sering menggunakan pestisida bisa menimbulkan masalah baru, seperti:
Hama menjadi kebal
Biaya pertanian makin mahal
Tanah menjadi rusak
Musuh alami ikut mati
Hasil panen mengandung residu racun
Kesehatan petani terganggu
Karena itu pemerintah memperkenalkan cara yang lebih aman dan hemat, yaitu Pengendalian Hama Terpadu (PHT).
B. APA ITU PENGENDALIAN HAMA TERPADU (PHT)?
Pengendalian Hama Terpadu atau PHT adalah cara mengendalikan hama dengan memadukan berbagai metode pengendalian yang aman, murah, dan ramah lingkungan.
Tujuannya bukan membasmi semua hama sampai habis, tetapi menjaga jumlah hama supaya tidak merusak tanaman dan tidak menyebabkan kerugian besar.
Contoh sederhana:
Kalau di sawah hanya ada sedikit wereng dan tanaman masih aman, maka belum perlu disemprot.
Karena sebenarnya:
Tidak semua hama harus langsung dibunuh dengan pestisida.
C. TUJUAN PHT
PHT bertujuan untuk:
Mengurangi serangan hama
Menghemat biaya pestisida
Menjaga hasil panen tetap tinggi
Menjaga kesehatan petani
Melindungi lingkungan
Menjaga tanah tetap subur
Melestarikan musuh alami
D. PRINSIP DASAR PHT
Ada 4 prinsip utama dalam PHT.
1. BUDIDAYA TANAMAN SEHAT
Tanaman yang sehat lebih kuat menghadapi serangan hama.
Cara membuat tanaman sehat:
Gunakan benih unggul
Gunakan pupuk seimbang
Bersihkan gulma
Atur jarak tanam
Pengairan cukup
Olah tanah dengan baik
Contoh:
Tanaman padi yang terlalu banyak pupuk nitrogen biasanya lebih mudah diserang wereng.
2. MENJAGA MUSUH ALAMI
Di alam sebenarnya ada banyak hewan yang membantu petani membunuh hama.
Contoh musuh alami:
Laba-laba makan wereng
Kepik makan kutu daun
Burung makan ulat
Jamur tertentu menyerang serangga
Kalau terlalu sering menyemprot pestisida:
Hama mati
Tetapi musuh alami juga ikut mati
Akibatnya:
Hama malah berkembang lebih banyak
3. PENGAMATAN RUTIN
Petani harus sering melihat kondisi tanaman di lapangan.
Yang diamati:
Ada hama atau tidak
Jumlah hama banyak atau sedikit
Ada musuh alami atau tidak
Kondisi daun dan batang
Manfaat:
Petani bisa cepat mengambil tindakan sebelum serangan makin parah.
4. PETANI SEBAGAI AHLI PHT
Petani harus belajar:
Mengenal jenis hama
Mengenal musuh alami
Mengetahui kapan perlu penyemprotan
Mengetahui cara pengendalian yang benar
Karena petanilah yang paling tahu kondisi lahannya sendiri.
E. JENIS-JENIS PENGENDALIAN DALAM PHT
1. PENGENDALIAN SECARA KULTUR TEKNIS
Yaitu pengendalian melalui cara budidaya.
Contohnya:
a. Tanam Serempak
Kalau waktu tanam berbeda-beda:
Hama mudah berkembang
Kalau tanam bersamaan:
Hama sulit berpindah
b. Pergiliran Tanaman
Jangan terus menerus menanam tanaman yang sama.
Contoh:
Setelah padi → tanam kacang
Setelah jagung → tanam sayur
Tujuannya:
Memutus siklus hama
c. Sanitasi Lahan
Membersihkan:
Rumput liar
Sisa tanaman sakit
Buah busuk
Karena tempat tersebut sering menjadi sarang hama.
2. PENGENDALIAN MEKANIS
Mengendalikan secara langsung.
Contoh:
Mengambil ulat dengan tangan
Memasang perangkap tikus
Memasang perangkap lalat buah
Menggunakan lampu perangkap serangga
3. PENGENDALIAN BIOLOGIS
Menggunakan makhluk hidup untuk melawan hama.
Contoh:
Jamur Beauveria bassiana
Jamur Metarhizium
Parasitoid telur
Keunggulan:
Aman
Tidak merusak lingkungan
Tidak berbahaya bagi manusia
4. PENGENDALIAN MENGGUNAKAN VARIETAS TAHAN
Menggunakan bibit yang tahan terhadap penyakit atau hama tertentu.
Contoh:
Padi tahan wereng
Cabai tahan penyakit
Keuntungan:
Lebih hemat
Mengurangi penyemprotan
5. PENGENDALIAN KIMIAWI (PESTISIDA)
Pestisida boleh digunakan, tetapi harus bijaksana.
Pestisida digunakan jika:
Serangan sudah berat
Hama sudah melewati ambang ekonomi
F. PRINSIP PENGGUNAAN PESTISIDA YANG BENAR
Prinsip 6 Tepat
1. Tepat Jenis
Gunakan pestisida sesuai jenis hamanya.
2. Tepat Dosis
Jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit.
3. Tepat Waktu
Semprot saat hama masih awal menyerang.
4. Tepat Sasaran
Jangan menyemprot sembarangan.
5. Tepat Cara
Ikuti aturan penggunaan.
6. Tepat Mutu
Gunakan pestisida yang masih baik dan resmi.
G. DAMPAK BURUK PENGGUNAAN PESTISIDA BERLEBIHAN
Kalau terlalu sering menyemprot:
Hama menjadi kebal
Biaya makin mahal
Tanah rusak
Air tercemar
Musuh alami mati
Petani bisa keracunan
Gejala keracunan pestisida:
Pusing
Mual
Sesak napas
Mata pedih
Kulit gatal
Karena itu:
Gunakan alat pelindung saat menyemprot.
H. CONTOH PENERAPAN PHT PADA TANAMAN PADI
Masalah:
Serangan wereng batang coklat.
Cara PHT:
Gunakan varietas tahan
Tanam serempak
Jangan terlalu banyak pupuk urea
Amati sawah rutin
Pelihara laba-laba dan musuh alami
Semprot hanya jika diperlukan
Hasil:
Serangan berkurang
Biaya pestisida turun
Panen lebih baik
I. CONTOH PHT PADA TANAMAN CABAI
Hama:
Thrips dan lalat buah.
Cara pengendalian:
Gunakan mulsa
Pasang perangkap kuning
Buang buah busuk
Gunakan agen hayati
Semprot bila perlu
J. MANFAAT PHT BAGI PETANI
1. Menghemat biaya
Karena penggunaan pestisida berkurang.
2. Panen lebih sehat
Hasil panen aman dikonsumsi.
3. Tanah tetap subur
Lingkungan tidak rusak.
4. Hama tidak cepat kebal
Karena pestisida tidak digunakan berlebihan.
5. Petani lebih sehat
Risiko keracunan berkurang.
K. PERAN KELOMPOK TANI DALAM PHT
Kelompok tani sangat penting untuk:
Belajar bersama
Pengamatan bersama
Tanam serempak
Pengendalian bersama
Tukar pengalaman antar petani
Karena pengendalian hama akan lebih berhasil jika dilakukan bersama-sama.
L. KESIMPULAN
Bapak/Ibu petani sekalian,
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah cara bertani yang:
Lebih hemat
Lebih sehat
Lebih aman
Lebih ramah lingkungan
Dalam PHT:
Pestisida bukan satu-satunya solusi
Pengamatan lapangan sangat penting
Musuh alami harus dijaga
Tanaman sehat adalah kunci utama
Dengan menerapkan PHT:
Produksi meningkat
Biaya berkurang
Lingkungan tetap lestari
Petani menjadi lebih mandiri
PESAN UNTUK PETANI
“Petani cerdas bukan petani yang paling banyak menyemprot, tetapi petani yang paling tepat mengendalikan hama.”
DAFTAR PUSTAKA
Food and Agriculture Organization. Integrated Pest Management.
Untung, K. Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Oka, I.N. Pengendalian Hama Terpadu dan Implementasinya di Indonesia.
Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan



