Artikel
Penulis:
Muhammad Yusuf, S.Si
Kutu daun hijau merupakan hama penghisap yang menyerang berbagai tanaman dengan mengisap cairan pada daun dan pucuk muda. Serangan ditandai dengan daun mengeriting, pertumbuhan terhambat, serta munculnya embun madu yang dapat memicu jamur jelaga. Pengendalian dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan, memangkas bagian terserang, memanfaatkan musuh alami, serta menggunakan pestisida nabati atau insektisida sesuai dosis anjuran.

Kutu Daun Hijau (Coccus viridis)

Klasifikasi Singkat
Ordo: Hemiptera
Famili: Coccidae
Deskripsi Hama
Kutu daun hijau merupakan serangga penghisap yang hidup berkoloni pada permukaan bawah daun dan pucuk muda. Hama ini menghasilkan lapisan lilin pelindung (skala) serta mengeluarkan maduan (honeydew) yang memicu pertumbuhan jamur embun jelaga.
Gejala Serangan
Koloni kutu kecil pada bagian bawah daun/pucuk
Daun menguning, menggulung, dan gugur
Permukaan daun lengket akibat maduan
Muncul jelaga hitam (embun jelaga)
Pertumbuhan tanaman melemah (vigor menurun)
Dampak Serangan
Penurunan fotosintesis akibat jelaga
Pertumbuhan terhambat
Pada serangan berat → meranggas dan penurunan hasil
Pengendalian Ramah Lingkungan
1. Pestisida Nabati (Ekstrak Serai – Cymbopogon spp.)
Bahan Aktif:
Sitronelal dan senyawa minyak atsiri lainnya
Bersifat repelen dan insektisida ringan
Cara Pembuatan
Siapkan 2–5 kg batang serai segar
Rebus dalam 5–10 liter air selama ±30 menit
Dinginkan dan saring
Dosis & Aplikasi
Gunakan larutan dengan konsentrasi 5–10%
Semprotkan ke seluruh bagian tanaman, terutama bawah daun
Frekuensi Aplikasi
Lakukan penyemprotan setiap 2–3 minggu sekali
Dapat dipercepat jika serangan tinggi
Cara Kerja
Mengusir (repelen) serangga penghisap
Mengganggu sistem saraf serangga secara ringan
Menekan aktivitas makan dan reproduksi



